Pangkalpinang , Realistisnews.com — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin, menghadiri sekaligus menjadi pembina upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 Pemerintah Kota Pangkalpinang, yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, pukul 07.30 WIB.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah, seluruh pejabat Eselon II, para Kabag Setdako, camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang, ASN, PJLP, tenaga pendidik, pelajar, serta insan pendidikan lainnya.
Dalam amanatnya, Prof Udin menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional sebagai jalan memuliakan manusia.
“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi membangun karakter, akhlak, kecerdasan, dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengutip pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, mengenai filosofi pendidikan yang berlandaskan asah, asih, dan asuh dalam membentuk generasi unggul dan berkepribadian luhur.
Menurut Prof Udin, pendidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi besar Indonesia maju sebagaimana arah pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia yang kuat, tangguh, beriman, cerdas, mandiri, dan berdaya saing global.
Dalam pidatonya, ia juga menyoroti berbagai langkah strategis pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan pendidikan karakter.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh murid. Tidak boleh ada perundungan maupun kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Prof Udin turut mengapresiasi program peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, termasuk bantuan pendidikan bagi guru yang belum menempuh jenjang sarjana, pelatihan teknologi, coding, kecerdasan artifisial, serta penguatan literasi dan numerasi.
Momentum Hardiknas 2026, lanjutnya, harus menjadi penguat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua.
“Melalui semangat Hari Pendidikan Nasional 2026, mari kita perkuat kerja sama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa menuju Indonesia yang maju, kuat, dan bermartabat,” tutupnya. (**)














