Cece Dessy: Menjaga Ibu Hamil Berarti Menjaga Generasi Pangkalpinang

Pangkalpinang ,Realistisnews.com – Kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat digelar di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (6/11/2025). Acara ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna atau akrab disapa Cece Dessy, serta diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur pelayanan kesehatan dan keluarga ibu hamil.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Tri Wahyuni menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menurunkan angka stunting di Pangkalpinang.

“Peserta hari ini sebanyak 154 orang, terdiri dari ibu hamil, keluarga ibu hamil, bidan puskesmas, kader, tim PKK, serta DP3KB Kota Pangkalpinang. Kami ingin memastikan kesehatan ibu terjaga dengan baik agar bayi yang lahir juga sehat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi kesehatan kehamilan, deklarasi Ibu Hamil Sehat, senam dan yoga ibu hamil, pemeriksaan kadar HB, serta penyuluhan tentang pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Narasumber berasal dari Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pangkalpinang dan Alanda Mom and Baby Care.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna dalam sambutannya, menekankan bahwa menjaga kesehatan ibu hamil tidak hanya dilakukan menjelang kelahiran, tetapi sejak masa kehamilan berlangsung.

“Menjaga ibu hamil berarti menjaga masa depan anak. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, termasuk dua kali USG, serta pemberian vitamin dan tablet tambah darah harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Dessy juga menyampaikan perkembangan data indikator kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data BPS, angka kematian ibu di Pangkalpinang tahun 2024 tercatat 11 kasus dan menurun menjadi 2 kasus pada 2025. Sementara itu, kasus balita stunting sempat berada pada angka 5 kasus pada 2024, naik menjadi 11 kasus di tahun 2025 sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

“Di sisi lain, kita mengapresiasi kerja keras kader dalam menurunkan angka balita bermasalah gizi dari 31 kasus di tahun 2024 menjadi 18 kasus pada 2025. Namun kenaikan stunting harus segera kita tangani bersama,” ujarnya.

Cece Dessy juga mengingatkan dukungan keluarga, khususnya peran suami, dalam menjaga kondisi emosional dan kenyamanan ibu hamil.

“Ibu hamil itu sensitif secara psikologis, maka dukungan suami sangat penting. Buat istri bahagia, karena kondisi psikologis ibu akan mempengaruhi tumbuh kembang janin,” pesannya.

Kegiatan ini sepenuhnya didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Operasional Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Tahun 2025.

Dengan terselenggaranya Gerakan Ibu Hamil Sehat ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (tim)