Sekda Pangkalpinang: Shangkek Timah Pengkal Cerminan Identitas Budaya Bangka

Pangkalpinang, Realistisnews.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, menegaskan bahwa shangkek timah pengkal merupakan warisan budaya yang berakar dari sejarah panjang perkebunan sahang (lada) dan pertambangan timah di Pulau Bangka, termasuk di Kota Pangkalpinang.

Hal itu disampaikan Mie Go dalam sambutannya pada malam ramah tamah sekaligus puncak peringatan Hari Jadi ke-268 Kota Pangkalpinang yang berlangsung di Alun-Alun Taman Merdeka, Jumat malam (26/9/2025).

“Kekayaan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat memiliki ciri sebagai penanda identitas daerahnya. Kearifan lokal Pangkalpinang memiliki karya seni budaya yang beragam dan unik. Kekayaan budaya tersebut perlu difasilitasi dan diimplementasikan secara optimal di tengah kondisi masyarakat yang sudah sangat menafikan kesenian tradisional, agar dapat turut berpartisipasi dalam kemajuan kebudayaan daerah di Kota Pangkalpinang,” ujar Mie Go.

Ia juga menyoroti belum optimalnya peran Dewan Kesenian di Kota Pangkalpinang, yang vakum lebih dari satu dekade.

“Dari laporan yang kami terima, dewan kesenian Kota Pangkalpinang diangkat menjadi ketua dewan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2012. Artinya, kurang lebih sudah 13 tahun Kota Pangkalpinang tanpa kehadiran dan peran dewan kesenian dalam melestarikan kesenian,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap pengurus Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang yang baru terpilih baru-baru ini, mampu menjadi garda terdepan dalam merawat seni tradisional maupun modern, sekaligus bersinergi dengan pemerintah dan sekolah.

Disebutkan Mie Go, rangkaian peringatan hari jadi ke-268 Kota Pangkalpinang yang berlangsung sejak 23 hingga 26 September 2025 itu diramaikan berbagai kegiatan. Mulai dari bazar kuliner khas Pangkalpinang, pameran seni rupa yang menghadirkan empat maestro dan 70 karya, hingga napak tilas tingkat SMP yang diikuti 218 siswa dari 19 sekolah dengan tema “Dari Pangkalpinang untuk Kedaulatan RI”.

Tak hanya itu, lanjut dia, digelar juga lomba adu putar gasing tingkat SD sebagai bagian dari program “gasing masuk sekolah.” Ajang ini diikuti 76 siswa, terdiri dari 67 peserta laki-laki dan 9 peserta perempuan.

Alhamdulillah , semua kegiatan tersebut berjalan baik dan mendapat apresiasi masyarakat,” tandasnya. (ADV)