Pangkalpinang , Realistisnews.com – Aroma manis janji pembangunan kembali menyeruak di Pangkalpinang. Hari ini, gedung DPRD menjadi saksi bisu pagelaran rutin yang kerap diulang, paripurna penyampaian nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Ang 2025. Senin,(23/6) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pangkalpinang.
Konon, semua ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1-640-SD tanggal 11 Februari 2025 tentang penyesuaian arah kebijakan pembangunan daerah. Ah, surat edaran lagi.
Bukankah surat edaran selalu jadi payung hukum nan sakti mandraguna setiap kali ada ‘perubahan’ arah kebijakan?
Pemerintah kota, dengan wajah berseri-seri, menegaskan bahwa perubahan APBD 2025 ini demi mempercepat dan mengintegrasikan Astagita ke dalam perubahan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPBD) 2025. Astagita?
Terdengar seperti mantra sakti yang baru ditemukan untuk menyulap anggaran. Apakah ini akan benar-benar menjadi katalisator perubahan, atau hanya sekadar ganti baju untuk drama lama yang berulang?
Perubahan arah kebijakan pembangunan daerah ini, demikian narasi resminya, bertujuan memastikan beberapa tema atau isu pembangunan prioritas nasional terakomodasi.
Mari kita cermati daftar ‘prioritas’ ini, siapa tahu ada keajaiban yang bisa menyejahterakan rakyat secara instan.
- Penguatan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kesehatan: Tentu saja. Bukankah setiap tahun kita selalu mendengar janji ini? Semoga kali ini bukan hanya sekadar memperkuat barisan birokrat, tapi juga benar-benar menguatkan fondasi dasar masyarakat.
- Program Makan Bergizi Gratis (APBD): Ah, ini dia magnet kampanye yang tak pernah usang. Makan bergizi gratis! Sebuah janji manis yang mungkin saja berujung pada porsi ‘bergizi’ yang hanya cukup untuk mengganjal perut agar tak terlalu keroncongan saat mendengarkan pidato pembangunan.
- Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem: Topik hangat yang tak pernah luput dari perhatian. Semoga pencegahan ini bukan hanya sebatas angka di atas kertas, melainkan juga menembus hingga ke dapur-dapur warga yang masih berjuang setiap hari.
- Pengendalian Inflasi di Daerah: Tentu saja. Inflasi selalu jadi kambing hitam favorit. Akankah pengendaliannya semanjur kendali harga kebutuhan pokok di pasar, atau sekadar teori yang hanya dipahami oleh para ekonom berdasi?
- Peningkatan Pertumbuhan Perekonomian Daerah: Ini janji yang selalu datang seiring dengan setiap perubahan anggaran. Pertumbuhan, pertumbuhan, pertumbuhan… Tapi pertumbuhan siapa yang sebenarnya meningkat pesat?
- Pengembangan Industri Kerajinan UMKM: Sebuah ide mulia! Semoga tidak berakhir sebagai ajang pameran sesaat, tapi benar-benar menjadi dorongan nyata bagi pelaku UMKM untuk bangkit dari tidur panjangnya.
Paripurna ini, berdasarkan ketentuan yang sudah ada, adalah panggung bagi Bapak Wali Kota Pangkalpinang untuk menyampaikan rancangan peraturan daerah dan nota keuangan APBD Tahun Anggaran 2025. Dewan Kehormatan dan hadirin yang berbahagia dan dirahmati, demikian penuturan pengantar rapat. Setelah ini, kita akan disuguhi paparan data dan angka yang mungkin terdengar menakjubkan di atas kertas.
Apakah perubahan APBD 2025 ini akan menjadi angin segar yang benar-benar membawa kemajuan, atau hanya sekadar daur ulang janji yang dibalut jargon baru? Rakyat menanti, dan semoga kali ini, ‘drama’ anggaran ini menghasilkan ‘plot twist’ yang menyenangkan, bukan sekadar komedi satir yang berulang setiap tahun.
