Pangkalpinang, Realistisnews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Gelar Pekan Kebudayaan Daerah Kota Pangkalpinang Tahun 2023, di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM), Jumat Sore (17/11/2023).
Mengusung tema “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan untuk Senyum Pangkalpinang”.
Sekdako Mie Go dalam sambutannya mewakili Pj Walikota Pangkalpinang menyampaikan Kebudayaan merupakan sebuah kegembiraan jadi harus ada unsur yang menyenangkan pada saat menghadirkan sebuah kebudayaan.
Oleh sebab itu pada puncak acara pekan kebudayaan daerah kota pangkalpinang tahun 2023 ini, akan disajikan dengan penuh suka cita dan kebahagiaan.
Tujuan diadakannya acara ini agar dapat dinikmati bersama oleh masyarakat kota Pangkalpinang, serta untuk memberi ruang apresiasi kepada seniman dan budayawan agar bisa menampilkan semua talenta yang dimiliki.
Kalau kita lihat budaya yang ada di Bandung, di Yogyakarta itu sudah berkembang sangat pesat.
Sudah tidak ada lagi segmen yang tidak dikaji dan dieksploitasi. Kota Pangkalpinang sudah memulai itu dan insyaAllah kita juga akan demikian.
Puncak acara pekan kebudayaan daerah kota Pangkalpinang tahun 2023 ini, kami rasa sangat istimewa karena selain melibatkan seluruh sanggar profesional sebanyak 43 grup.
Juga menghadirkan sanggar seni yang dimiliki SD dan SMP kota Pangkalpinang yang berprestasi dalam bidang seni tradisi, serta beberapa sanggar dari Kabupaten Bangka dan Bangka Barat.
Tidak hanya itu, kemajuan-kemajuan lain yang ditunjukan oleh Pemkot Pangkalpinang dalam hal pengelolaan kebudayaan daerah kota Pangkalpinang.
Awalnya kita belum menetapkan satupun cagar budaya sekarang kita sudah menetapkan sekurang-kurangnya 33 objek.
Awalnya kita belum memiliki lembaga adat yang kuat, dalam melakukan upaya pelestarian tapi sekrng kita telah memiliki Majelis tinggi Kerapatan Adat Negeri (MTKAN) yang kiprahnya sangat membantu Pemkot Pangkalpinang dalam pengelolaan kebudayaan daerah.
Dan masih banyak lagi kemajuam-kemajuan lainnya seperti pengembangan dan pemanfaatan Manuskrip Pitis Pangkalpinang yang dijadikan Tugu Nol Kilometer.
Hal ini tidak terlepas dari kerjasama dan komitmen berbagai pihak terutama Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para praktisi, seniman, budayawan serta pihak sekolah.
Atas nama Pemkot Pangkalpinang saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya seluruh panitia penyelenggara tentunya ini jika bukan karena panggilan hati kegiatan semacam ini tidak akan terwujud.
Saya yakin bahwa seluruh panitia yang terlibat melakukan kegiatan ini pasti atas dasar panggilan hati dan cintanya pada kebudayaan daerah.














