Dinkes Giat Vaksinasi HVP Kanker Serviks Tingkat SD

banner 300250

Pangkalpinang, Realistisnews.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Giat Gerakan Vaksinasi Bersama Mitra Tingkat Kota Pangkalpinang, di Halaman Kantor Walikota Pangkalpinang, Jumat (22/09/2023).

Mengusung Tema “Melalui Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) Kita Cegah Kanker Serviks”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Mie Go mengapresiasi Dinkes Kota Pangkalpinang yang pada hari ini menginisiasi gerakan vaksin untuk mencegah Kanker Serviks.

“Namun vaksin HVP kali ini diutamakan untuk anak SD kelas 5 dan kelas 6, sebagai cara pencegahan dini Kanker Serviks,” ucapnya.

Menurutnya penyakit kanker serviks telah menjadi beban karena 95 persen Kanker Serviks disebabkan oleh infeksi HVP, kematian tertinggi karena kasus ini.

Disamping itu, sebagai narasumber dr. Eva divisi Poli HIV & Aids RSUD Depati Hamzah menjelaskan bahwa kanker serviks adalah kanker yang menyerang dinding sel leher rahim yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HVP) tipe 16 dan 18.

Gejala kanker serviks antara lain keputihan berulang atau keputihan encer putih kekuningan berbau seperti nanah bercampur darah, haid tidak normal, pendarahan diluar masa haid, nyeri pinggul, nyeri saat berhubungan seksual, pendarahan dari kemaluan pasca senggama dan gangguan berkemih.

Menurut dr. Eva kanker serviks sudah menyerang remaja, sehingga sebagai cara pencegahan dini kanker serviks pemerintah melakukan program imunisasi HPV untuk anak kelas 5 dan kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

“Untuk SD imunisasi nya itu gratis sesuai dengan program pemerintah, tetapi untuk diluar program dikenakan biaya sendiri dan harganya berkisar Rp1 jutaan,” ungkapnya

dr. Eva juga menjelaskan bahwa imunisasi tahap pertama tahun ini hanya diberikan satu kali untuk anak kelas 5 SD, sedangkan untuk tahap keduanya akan diberikan untuk anak kelas 6 SD.

“Jadi anak kelas 5 tahun ini diberi imunisasi tahap pertama, nanti di tahun depan anak tersebut naik ke kelas 6 baru diberikan imunisasi tahap keduanya,” ujar dr Eva.

Untuk gejala yang ditimbukan dari imunisasi ini, menurut dr. Eva setiap orang mengalami reaksi yang berbeda-beda.

Misalnya nyeri pada bekas suntikan, bengkak dan kemerahan pada bekas suntikan kemudian demam, jangan takut atau cemas cukup minum Paracetamol saja.

“Tetapi jika efek sampingnya diluar yang Saya jelaskan tadi, jangan khawatir juga silakan datang langsung ke puskesmas terdekat untuk segera ditangani,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *