Babel, Realistisnews.com – Wakil ketua DPRD provinsi kepulauan Bangka Belitung Eddy Iskandar melakukan kunjungan kerja ke tempat pengelolaan limbah medis di kawasan Industri Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (7/6/25). Pabrik ini adalah tempat untuk pemusnahan bahan berbahaya limbah medis yang terinfeksi dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah sakit yang ada di sadai dan dikelola bersama pihak swasta.
Eddy Iskandar saat ditemui tim media Realistisnews.com menyampaikan ” Tempat pengolahan limbah medis ini adalah aset pemerintah tentu harus dipantau kemudian didorong juga untuk rumah sakit serta fasilitas kesehatan yang ada di Bangka Belitung agar dimanfaatkan fasilitas itu. Gunanya untuk apa ? Pertama kita ingin memantau limbah-limbah yang ada agar bisa dimusnahkan secara baik, kedua tentu kalau fasilitas itu juga bisa dimanfaatkan dengan baik itu akan ada penambahan pemasukan bagi daerah dan selama ini seperti kita lihat rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih ada yang mengirimnya keluar. Ketika pengiriman keluar ini kan menambah rentan. Selain itu bukan hanya dari segi harga tapi juga selama dalam perjalanan itu yang kita khawatirkan nanti akan ada kebocoran-kebocoran dan sebagainya. Jadi kita ingin mendorong rumah sakit serta dinas kesehatan yang ada di Bangka Belitung semuanya menggunakan fasilitas itu. kami yakinkan fasilitas itu berfungsi dengan baik” ungkapnya.
Selain itu untuk semua limbah berbahaya medis yang ada, tempat ini adalah satu-satunya yang ada di Bangka Belitung. ” Fasilitas pemusnahan limbah berbahaya B3 dan medis ini ada karena pabrik ini adalah satu-satunya khusus limbah medis yang ada di sini. Kita minta untuk semua pihak rumah sakit pemerintah dan swasta agar memanfaatkan fasilitas tersebut dalam pemusnahan limbah medis karena secara pembiayaan pasti lebih murah serta keamanannya terjamin dan pengangkatan limbahnya lebih dekat dibanding harus dibawa keluar daerah ” tutupnya.(Realistisnews)








