Jakarta , Realistisnews.com — Wakil ketua DPRD H. Eddy Iskandar meminta maaf kepada Gubernur Bangka Belitung H. Hidayat Arsani atas kegaduhan terkait pembangunan rumah sakit. Eddy Iskandar menyebutkan ini hanya miss persepsi terkait pembangunan Rumah sakit jantung yang akan dibangun. Eddy Iskandar juga menegaskan mendukung pembangunan rumah sakit jantung dan pembangunan tersebut tidak akan mengganggu TPP. Eddy juga menyebutkan Gubernur sudah berkomitmen akan meningkatkan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat agar terus berjalan.
Menurut Eddy Iskandar, langkah Gubernur ini bukan sekadar janji politik, melainkan wujud nyata dari artikulasi Visi, Misi, yang juga sudah ternuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati dan disakhan bersama DPRD. Pembangunan rumah sakit jantung dan stroke menjadi elemen krusial agar hak dasar masyarakat terhadap akses kesehatan yang layak dan prima dapat terpenuhi. Terlebih lagi penyakit jantung dan stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di bangka belitung.
”Peningkatan kualitas kesehatan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu ini harus menjadi Komitmen bersama mendukung upaya Gubernur menghadirkan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat Bangka Belitung,” ujar Eddy Iskandar.
Ia menambahkan, kehadiran rumah sakit jantung dan stroke, karena sudah menjadi bagian dari visi misi, RPJMD dan direncanakan dengan seksama dan sudah sejak dari awal gubernur menjabat, maka tidak akan mengganggu pelayanan dasar masyarakat lainnya, apalagi TPP yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai. Pos anggarannya juga berbeda. Terlebih lagi kita semua tahu bagaimana Pak Gubernur sangat memperhatikan persoalan pelayanan kepada masyarakat dan kesejahteraan pegawai.
Eddi Iskandar Minta Maaf ke Gubernur, Tegaskan Pembangunan Rumah Sakit Tidak Mengganggu TPP
