Pangkalpinang, Realistisnews.com – Indonesia Cycling Federation Indonesia (ICF) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kabupaten/kota. Agenda berlangsung di Pangkalpinang, Kamis 16 April 2026 ini bukan sekadar regenerasi kepemimpinan, melainkan pemantapan arah prestasi dan pembinaan atlet sepeda di Babel
Sekjen PB ICF, Jadi Rajagukguk, mengatakan, ke depan, pengiriman atlet ke tingkat nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sebagai syarat mutlak.
“Kami menekankan bahwa seleksi di tingkat daerah, baik Provinsi maupun Kota, menjadi mandatori untuk bisa berangkat ke Kejurnas di Pangandaran pada Juni dan Juli mendatang,” ujar Jadi.
Jadi juga memaparkan sejumlah agenda besar yang menanti, mulai dari Asian Games Jepang, SEA Games Malaysia 2027, hingga target jangka panjang Olimpiade Los Angeles 2028. Untuk PON 2028, ia menginformasikan Jakarta akan menjadi tuan rumah penyangga khusus cabang balap sepeda karena kesiapan fasilitas velodrome dan trek BMX.
“Kami berharap nanti ada atlet dari Bangka Belitung yang lolos seleksi nasional melalui PON ini. Persiapan babak kualifikasi akan diadakan satu tahun sebelum PON karena menggunakan sistem poin nasional. Jika PON diadakan Agustus 2028, maka Agustus 2027 sudah masuk babak kualifikasi,” katanya.
Tahun ini, kata dia, pihaknya sudah mulai mengumpulkan poin di Kejurnas, sehingga keikutsertaan teman-teman di provinsi menjadi kewajiban.
“Terima kasih kepada KONI Babel yang menyatakan komitmennya bahwa persiapan menuju Kejurnas dan PON tidak bisa dilakukan secara mendadak, kita sudah satu visi,” ucapnya.
Perwakilan KONI Bangka Belitung, Framayoga, mengakui adanya tantangan anggaran dalam dua tahun terakhir. Namun, ia optimis terhadap potensi atlet lokal jika pembinaan dilakukan secara sistematis.
“Peluang prestasi sangat terbuka lebar apabila pembinaan dilakukan berjenjang, mulai dari tingkat Kejurkab, Kejurprov, hingga Kejurnas. Kami berharap kepengurusan baru segera bersinergi untuk mempersiapkan teknis, wasit, juri, hingga venue menjelang Porprov November mendatang,” kata Framayoga.
Sementara, calon tunggal Ketua ICF Babel, Ali Muzakkir membawa misi besar untuk membawa prestasi balap sepeda Babel ke kancah nasional. Selain fokus pada penguatan internal organisasi dan kompetensi pelatih, Ali membidik sektor sport tourism sebagai program unggulan.
“Kami berencana mengadakan Grand Fondo tingkat nasional dengan rute Pangkalpinang menuju Bangka Selatan. Kami sudah berkoordinasi dengan Disparpora Bangka Selatan dan mendapat respon positif,” kata Ali.
Ali menambahkan, kunci keberhasilan ke depan adalah kolaborasi. Di tengah keterbatasan anggaran, ia berencana membangun sistem pendanaan bersama antara pengurus provinsi dan kabupaten agar kompetisi reguler tetap bisa berjalan setiap tahunnya.
“Langkah awal adalah membentuk struktur organisasi yang dinamis dan efisien, agar kita bisa segera melakukan seleksi atlet untuk menghadapi agenda-agenda besar di depan mata,” ujarnya. RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Indonesia Cycling Federation Indonesia (ICF) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dihadiri oleh perwakilan dari tujuh kabupaten/kota. Agenda berlangsung di Pangkalpinang, Kamis 16 April 2026 ini bukan sekadar regenerasi kepemimpinan, melainkan pemantapan arah prestasi dan pembinaan atlet sepeda di Babel
Sekjen PB ICF, Jadi Rajagukguk, mengatakan, ke depan, pengiriman atlet ke tingkat nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sebagai syarat mutlak.
“Kami menekankan bahwa seleksi di tingkat daerah, baik Provinsi maupun Kota, menjadi mandatori untuk bisa berangkat ke Kejurnas di Pangandaran pada Juni dan Juli mendatang,” ujar Jadi.
Jadi juga memaparkan sejumlah agenda besar yang menanti, mulai dari Asian Games Jepang, SEA Games Malaysia 2027, hingga target jangka panjang Olimpiade Los Angeles 2028. Untuk PON 2028, ia menginformasikan Jakarta akan menjadi tuan rumah penyangga khusus cabang balap sepeda karena kesiapan fasilitas velodrome dan trek BMX.
“Kami berharap nanti ada atlet dari Bangka Belitung yang lolos seleksi nasional melalui PON ini. Persiapan babak kualifikasi akan diadakan satu tahun sebelum PON karena menggunakan sistem poin nasional. Jika PON diadakan Agustus 2028, maka Agustus 2027 sudah masuk babak kualifikasi,” katanya.
Tahun ini, kata dia, pihaknya sudah mulai mengumpulkan poin di Kejurnas, sehingga keikutsertaan teman-teman di provinsi menjadi kewajiban.
“Terima kasih kepada KONI Babel yang menyatakan komitmennya bahwa persiapan menuju Kejurnas dan PON tidak bisa dilakukan secara mendadak, kita sudah satu visi,” ucapnya.
Perwakilan KONI Bangka Belitung, Framayoga, mengakui adanya tantangan anggaran dalam dua tahun terakhir. Namun, ia optimis terhadap potensi atlet lokal jika pembinaan dilakukan secara sistematis.
“Peluang prestasi sangat terbuka lebar apabila pembinaan dilakukan berjenjang, mulai dari tingkat Kejurkab, Kejurprov, hingga Kejurnas. Kami berharap kepengurusan baru segera bersinergi untuk mempersiapkan teknis, wasit, juri, hingga venue menjelang Porprov November mendatang,” kata Framayoga.
Sementara, calon tunggal Ketua ICF Babel, Ali Muzakkir membawa misi besar untuk membawa prestasi balap sepeda Babel ke kancah nasional. Selain fokus pada penguatan internal organisasi dan kompetensi pelatih, Ali membidik sektor sport tourism sebagai program unggulan.
“Kami berencana mengadakan Grand Fondo tingkat nasional dengan rute Pangkalpinang menuju Bangka Selatan. Kami sudah berkoordinasi dengan Disparpora Bangka Selatan dan mendapat respon positif,” kata Ali.
Ali menambahkan, kunci keberhasilan ke depan adalah kolaborasi. Di tengah keterbatasan anggaran, ia berencana membangun sistem pendanaan bersama antara pengurus provinsi dan kabupaten agar kompetisi reguler tetap bisa berjalan setiap tahunnya.
“Langkah awal adalah membentuk struktur organisasi yang dinamis dan efisien, agar kita bisa segera melakukan seleksi atlet untuk menghadapi agenda-agenda besar di depan mata,” ujarnya.











