Reses di Desa Air Belo, Dua Legislator DPRD Babel Soroti Permasalahan Lingkungan hingga UMKM

Bangka Barat, Realistisnews.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arbiyanto dari Fraksi Partai Demokrat dan Herwanto dari Fraksi Partai Gerindra, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Air Belo, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (18/1/2026).

Kehadiran dua legislator tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan krusial, khususnya terkait persoalan lingkungan serta upaya peningkatan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM.

Kegiatan reses yang berlangsung interaktif itu mencatat setidaknya dua isu utama yang menjadi sorotan warga dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Aspirasi pertama yang mencuat adalah persoalan tata kelola sampah. Warga mengeluhkan volume sampah yang terus meningkat namun tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pengangkutan. Masyarakat secara khusus mengusulkan pengadaan mobil sampah agar pengelolaan sampah di lingkungan permukiman dapat berjalan lebih optimal.

“Masalah sampah ini mendesak. Tanpa armada yang memadai, penanganan sampah di Desa Air Belo tidak akan maksimal dan berpotensi mencemari lingkungan,” ujar salah satu warga dalam sesi dialog.

Selain persoalan sampah, warga juga mengusulkan peremajaan dan normalisasi alur sungai sebagai langkah antisipasi banjir. Menurut warga, sedimentasi sungai yang semakin parah kerap menyebabkan luapan air saat curah hujan tinggi.

Di sektor ekonomi, masyarakat mendorong adanya perhatian lebih terhadap pelaku usaha kecil, khususnya UMKM pengolahan hasil laut. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengadaan mesin giling ikan guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk olahan masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Arbiyanto menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD.

“Masalah sampah dan normalisasi sungai menyangkut hajat hidup orang banyak serta kesehatan lingkungan. Kami akan mengawal agar usulan ini masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah,” tegas Arbiyanto.

Sementara itu, Herwanto menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa. Ia menilai pengadaan mesin giling ikan merupakan bentuk konkret hilirisasi ekonomi berbasis potensi lokal.

“Pemberdayaan UMKM adalah kunci kemandirian ekonomi masyarakat. Jika mesin giling ikan ini tersedia, nilai tambah produk olahan hasil laut warga Desa Air Belo akan meningkat. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat peluang bantuan hibah alat tersebut,” jelas Herwanto.