Toboali, Realistisnews.com — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan bahan pangan yang disajikan kepada penerima manfaat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki nilai gizi yang baik serta aman untuk dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi dan peninjauan Sentra Pengolahan dan Penyajian Pangan (SPPG) di Bangka Selatan yang melibatkan jajaran pemerintah daerah dan Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (5/12).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sulastri, mengatakan rapat tersebut difokuskan pada pembahasan dukungan lingkungan dan kesiapan daerah dalam menyukseskan program MBG di Bangka Selatan.
“Kami memastikan penyediaan dan penyajian bahan pangan yang diolah kepada sasaran, terutama anak-anak sekolah, benar-benar berkualitas, yakni makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” ujar Sulastri.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan atas pelaksanaan rapat dan koordinasi tersebut. Menurutnya, fokus utama kegiatan hari itu adalah melakukan peninjauan langsung ke SPPG, mulai dari alur masuk bahan pangan hingga proses pengolahan.
“Kami melihat langsung pasokan bahan pangan yang masuk, tempat pencucian, higienitas, sanitasi, dapur, serta peralatan yang digunakan. Semuanya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur dan petunjuk teknis,” jelasnya.
Selain melakukan inspeksi, tim juga melakukan pengujian sampel terhadap sejumlah komoditas pangan, seperti talas, wortel, bawang putih, bawang merah, dan semangka.
“Hasil pengujian menunjukkan negatif semua, artinya bahan pangan tersebut aman untuk diberikan kepada anak-anak,” ungkap Sulastri.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat terus terjaga sehingga program MBG benar-benar berdampak pada peningkatan gizi anak-anak serta membentuk generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Bangka Selatan, Fitri Laila, mengatakan rapat tersebut juga bertujuan mengidentifikasi dan mendorong pemanfaatan produk pangan lokal.
“Kami menekankan agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Bangka Selatan wajib memanfaatkan komoditas pangan lokal. Ini merupakan upaya kami untuk memberdayakan petani dan pelaku pangan lokal sekaligus menjamin kesegaran bahan pangan,” kata Fitri.
Menurutnya, DPPP Bangka Selatan terus mendorong seluruh SPPG di wilayah Bangka Selatan agar menggunakan produk pangan asli daerah sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan lokal dan perekonomian masyarakat.
