Beluluk, Realistisnews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Tengah Anandar melaksanakan kegiatan reses masa sidang I selama 3 Hari, mulai 15 Januari 2025 sampai 17 Januari 2025. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing, untuk melakukan silaturahmi dan dialog guna menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan dijadikan pokok pikiran anggota DPRD dan disampaikan ke pemerintah daerah. Dalam kegiatan reses kali ini di hadiri, perwakilan dari Dibudparpora, Dinas PU, Diskominfo , Dishub, Kades Beluluk dan Pokdarwis Bukit Kejora
Anggota DPRD kabupaten Bangka Tengah dari partai Gerindra Anandar, S.H. M.H mengatakan pada reses yang pertama kalinya dilakukan Masa Tahun Periode 2024 – 2029 ini, seluruh anggota dewan siap menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat, kemudian akan dikumpulkan dan disusun menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah
Menurutnya, semua anggota dewan akan berusaha menjaring aspirasi masyarakat secara optimal, sehingga pokok pikiran dewan benar-benar merupakan representasi kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Bangka Tengah dari setiap Dapil. “Sebagai wakil rakyat, kami akan memperjuangkan pokok pikiran tersebut agar dapat dilaksanakan oleh Pemkab Bangka Tengah sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Beliau menambahkan kegiatan reses kali ini sengaja ia laksanakan di kawasan wisata Bukit Kejora tepatnya di Desa Beluluk kecamatan Pangkalan Baru. Dalam reses kali ini, masyarakat menyampaikan aspirasi mereka terkait berbagai macam permasalahan yang saat ini mereka alami, salah satunya Fitri yang merupakan Guru Paud disalah satu sekolah yang ada di desa Beluluk, Fitri menyampaikan jika saat ini gaji yang mereka dapatkan dengan menjadi guru d Paud sangat jauh dari layak dan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari. ” Pak dewan bisakah kami para guru paud ini dibantu agar gaji kami bisa naik. Karena saat ini gaji kami sungguh jauh dari kata layak. Kami hanya mendapatkan gaji 350.000 perbulannya dari Desa. Sedangkan insentif dari Pemkab sebesar 600.000. Tidak sampai satu juta pak. Sekiranya tolong dibantu pak ” tutup Fitria.
Ditempat yang sama salah satu warga yaitu Maulud menyampaikan bahwa ada beberapa point yang sudah dititipkan masyarakat kepadanya agar disampaikan ke anggota dewan yang reses beserta dinas terkait. Salah satunya terkait lampu dijalan protokol yang sudah banyak yang mati agar menghindari tindak rawan kejahatan selanjutnya tentang kolong retensi air PL, dan permasalahan terkait legalitas Bukit Kejora agar menjadi salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Bangka Tengah.
Anggota DPRD berlambang burung Garuda ini menjawab dengan sangat antusias terkait kenaikan gaji guru paud dan akan disampaikan saat rapat terkait hasil reses. Begitu juga dengan kolong retensi air PL dan lampu jalan akan disampaikan ke dinas terkait sehingga nantinya bisa diambil sebuah keputusan yang terbaik. Termasuk usulan- usulan pembangunan yang ada di Bangka Tengah khususnya desa Beluluk demi mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Kami berharap seluruh anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah memanfaatkan momen ini dengan baik bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat. Semua usulan reses hendaknya tidak sekadar ditampung melainkan diwujudkan sebagai bentuk respon atas kebutuhan urgen masyarakat,” bebernya.
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah Anandar, mengatakan reses menjadi tugas anggota DPRD aktif. Reses adalah komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala. Hal ini merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.
“Saya kira ini adalah agenda rutin dewan dalam setiap tahun. Jadi kita turun ke lapangan menyampaikan apa-apa yang menjadi keluhan warga. Saya banyak menemui warga menanyakan apa permasalahan utamanya kebanyakan masyarakat terkait siring got serta jalan yang rusak banyak dikeluhkan masyarakat maka lewat kegiatan ini, aspirasi mereka bisa kami serap dan nantinya bisa di akomodir,” jelasnya.
Legislator Gerindra ini menyatakan selalu melayani masyarakat dengan setulus hati. Makanya melalui reses ini diharapkan bisa menyerap aspirasi warga untuk selanjutnya diusulkan pada sidang paripurna. “Tentunya aspirasi dari warga juga akan disesuaikan dengan anggaran pemerintah, maupun skala prioritas akan di utamakan,” tandasnya.
(Realistisnews.com)
