Pangkalpinang, Realistisnews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memetakan tiga kecamatan sebagai wilayah prioritas rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemetaan ini didasarkan pada tingginya frekuensi insiden kebakaran berulang serta peningkatan titik panas (hotspot).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, saat pemaparkan pada Penanggulangan Karhutla Wilayah di Gedung SRC Lantai Dua Kantor Walikota Pangkalpinang pada Senin, 14 September 2026.
Dedy menjelaskan, tiga wilayah yang masuk dalam radar pantauan utama Satgas Karhutla mencakup Kecamatan Bukit Intan, Kecamatan Gabek, dan Kecamatan Girimaya.
”Jadi yang menjadi titik rawan untuk karhutla yang menjadi pantauan kami ada di tiga kecamatan: Bukit Intan, Gabek, dan Gerunggang. Tiga lokasi ini yang sering terjadi kebakaran lahan dan merupakan prioritas pantauan,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, meski terdapat potensi di wilayah lain, skalanya cenderung jauh lebih kecil dibandingkan ketiga kecamatan prioritas tersebut.
Adapun berdasarkan pemetaan kondisi kerawanan, wilayah Kecamatan Gerunggang juga tercatat memiliki potensi risiko tinggi, sehingga pergerakan tim penyuluh dan Satgas difokuskan pada titik-titik rawan ini untuk menggeser paradigma dari penanganan reaktif menjadi pencegahan dini.
Terkait faktor pemicu maraknya karhutla di wilayah Pangkalpinang, Dedy menyebutkan bahwa kelalaian aktivitas manusia masih menjadi penyebab paling mendominasi, terutama pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
”Penyebab kebakaran di Pangkalpinang ini karena adanya pembakaran sampah oleh masyarakat yang tidak diawasi atau ditinggalkan. Kondisi ini diperparah faktor angin kencang yang mempercepat api membesar tanpa terantisipasi,” jelasnya.
Selain pembakaran sampah, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering juga disinyalir menjadi pemicu munculnya titik api baru.
Guna menekan potensi bencana, BPBD bersama Satgas Gabungan mengintensifkan edukasi serta penyuluhan langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau.
Tiga Kecamatan di Pangkalpinang Rawan Karhutla, Pembakaran Sampah dan Faktor Angin Jadi Penyebab Utama
