Kota Pangkalpinang Sebagai Daerah Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pangkalpinang, Realistisnews.com – Mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini menghadiri rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah oleh Kemendagri lewat Zoom Meeting di SRC, Senin, (7/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Juhaini menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menekankan tiga poin utama dalam arahannya, yakni pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, serta percepatan pembangunan tiga juta rumah.

“Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini berada di angka 4,87 persen, menempati peringkat keempat dari 24 negara G20 dan juga keempat dari sebelas negara ASEAN. Target nasional kita masih di 5,3 persen,” ungkap Juhaini kepada rekan media.

Lebih lanjut, Juhaini mengungkapkan bahwa capaian Kota Pangkalpinang justru melampaui target nasional.

“Alhamdulillah, untuk Kota Pangkalpinang, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama mencapai 8,98 persen, jauh di atas target kami sebesar 5,10 persen,” ujarnya.

Capaian ini, kata dia, menjadikan Pangkalpinang sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun, dalam hal kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi, Kota Pangkalpinang menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 18,04 persen, masih berada di bawah Kabupaten Bangka yang mencapai 18,64 persen.

Menyikapi hal tersebut, Mendagri mendorong setiap daerah membentuk Tim Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang melibatkan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), instansi vertikal, dan perangkat daerah terkait.

Terkait pengendalian inflasi, Juhaini menyebutkan bahwa angka inflasi year-on-year Kota Pangkalpinang saat ini berada di posisi 0,96 persen, atau masih di bawah batas toleransi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.

“Ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi di Pangkalpinang masih sangat terkendali,” ucapnya.

Selain itu, Pangkalpinang juga dinilai telah siap mendukung program nasional percepatan pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kami di Pangkalpinang sudah mendukung penuh program tersebut dan berbagai langkah sudah ditindaklanjuti,” jelasnya.

“Belanja pemerintah atau government expenditure menjadi kunci utama,” tutupnya. (RZ)