Babel, Realistisnews.com — Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti Bumi Perkemahan Depati Amir, Desa Jada Bahrin, Kabupaten Bangka, saat Jambore Daerah (Jamda) ke-5 Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi ditutup dengan meriah, Selasa malam (17/6). Ribuan peserta yang datang dari 7 kabupaten/kota menutup rangkaian kegiatan dengan penampilan seni budaya, api unggun, hingga persembahan yel-yel persahabatan.
Lebih dari 2.000 anggota Pramuka telah mengikuti berbagai kegiatan sejak 13 Juni lalu, mulai dari pelatihan keterampilan kepramukaan, penjelajahan, lomba inovasi, hingga kegiatan sosial dan lingkungan. Acara penutupan bukan hanya menjadi simbol berakhirnya rangkaian kegiatan, tapi juga menjadi momen penuh makna yang meneguhkan semangat persaudaraan dan jiwa kepramukaan.
Widya Kemala Sari, S.T., M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Babel, menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan ini dan menyebutnya sebagai wujud nyata pendidikan karakter melalui pengalaman langsung.
> “Penutupan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari semangat baru. Anak-anak kita telah dibentuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, cinta tanah air, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Inilah esensi dari pendidikan karakter yang menyatu dalam gerakan Pramuka,” ujar Widya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Babel, Kombes Pol (Purn) Dr. Zaidan, S.H., S.Ag, menyebut kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, terutama dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan berjiwa patriotik.
> “Sebagaimana tertuang dalam Pasal 4 dan 5 UU No. 12 Tahun 2010, Pramuka adalah bagian dari sistem pendidikan nasional. Melalui jambore ini, kita tidak hanya bermain, tetapi membentuk nilai-nilai karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda,” tegas Zaidan.
Salah satu peserta, Syilfa Adriana dari Kabupaten Belitung Timur, mengaku sangat terkesan mengikuti kegiatan ini, terlebih karena ini merupakan jambore tingkat daerah pertama yang ia ikuti.
> “Saya bangga bisa ikut jambore ini. Dari awal sampai penutupan tadi malam, semuanya seru dan bermakna. Saya belajar banyak, mulai dari kerja sama, saling menghargai, sampai tampil percaya diri di depan orang banyak. Pokoknya pengalaman ini nggak akan terlupakan!” ujar Syilfa dengan antusias.
Api unggun sebagai simbol semangat yang terus menyala menjadi penutup yang menggugah emosi seluruh peserta. Lagu kebangsaan, pertunjukan seni budaya lokal, hingga pembacaan janji Pramuka mengiringi akhir kegiatan yang meninggalkan kesan mendalam.
Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Jamda V Bangka Belitung telah membuktikan bahwa Pramuka tetap relevan dan dibutuhkan sebagai penggerak perubahan, membentuk karakter, dan memperkuat nasionalisme dalam diri generasi muda.
Jambore Daerah V Babel Resmi ditutup, 2.000 Pramuka Pulang dengan Semangat Baru dan Karakter Tangguh
