Pangkalpinang , Realistisnews.com – Oknum anggota TNI dan Polri diduga ikut ‘bermain’ dalam upaya penyelundupan pasir timah yang digagalkan TNI Angkatan Laut (AL) Bangka Belitung di Muara Pelabuhan Pangkalbalam, Jumat (30/5/2025).
Dari informasi yang dilansir Serumpunsebalai.com dan Suarapos.com pada Selasa (10/6/2025), anggota TNI yang diduga bermain itu berdomisili di Pulau Bangka sedangkan anggota Polri ada di Banten.
“Pemodal SY, dia anggota Polisi di Banten. SB anggota TNI bertugas sebagai pengumpul atau penyedia pasir timah, AH pengurus kordinasi ke APH. Mayoritas barang berupa pasir timah berasal dari AN pemilik meja goyang yang ada di Jalan Lintas Timur,” ujar sumber Serumpunsebalai.com & Suarapos.com, Selasa (10/6/2025).
Diberitakan sebelumnya, Pangkalan TNI AL Bangka Belitung mengamankan Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 yang kandas di Muara Pangkalbalam dan di atas kapal yang diduga milik RM warga Pangkalpinang, ditemukan puluhan karung berisi timah. Ada dua versi mengenai jumlah pasir timah yang ditemukan diatas kapal tersebut.
Awalnya media online yang mempublis berita pengamanan kapal kandas ini dan sama dengan yang dirilis TNI AL, di kapal ditemukan sebanyak 25 ton. Namun, sumber media online Suarapos.com menyatakan pasir timah di kapal jumlahnya lebih dari 25 ton dan malah beredar informasi jumlahnya mencapai 47 ton.
Adapun proses penyelundupan pasir timah setelah dimuat di Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 akan diangkut ke kapal induk yang telah menunggu di tengah laut, disinyalir pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut.
“Pemilik barang SY Banten, pemain pasir timah Bangka – Jakarta dan juga pemain Baby Lobster. Pemilik kapal RM tinggal di Pangkalpinang. Kapal angkut ini sering digunakan untuk mengambil minyak kencingan dari kapal tanker, kapal induknya menunggu di tengah laut. Jadi pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut,”ujar Sumber Serumpunsebalai.com & Suarapos.com, Kamis (5/6/2025).
“Penyedia pasir timah oknum anggota berinisial SB. SB termasuk yang menyelamatkan ABK supaya kabur. Pasir timah bervariasi ada yang bagus dan jelek. Indikasi pasir timah yang jelek berasal dari salah satu meja goyang yang ada di lintas timur. Kapal muat pasir timah di bawah jembatan emas,” jelasnya.
Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Ipul Saeful saat dihubungi Suarapos.com, Kamis (5/6/2025) sekitar pukul 09.12 WIB dengan tegas membantah jika pasir timah yang diamankan sebanyak 47 ton. Danlanal juga membantah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini.
“Enggak ada kok, saya yang jaga. Informasi dari mana? Enggak ada, semuanya saya jaga itu. Kan disitu bukan saya saja (Lanal Babel..red), disitu juga ada satgas dari Mabesal (Markas Besar Angkatan Laut), jangan sampai barang ini kemana-mana atau hilang kemana-mana ditungguin di kapal dan dibongkarnya setelah sandar di Pangkal Balam,”ujar Kolonel Laut (P) Ipul Saeful.
“Enggak ada, enggak ada yu. Enggak ada, anggota saya kalau ada yang main -main saya tindak,”jelasnya.
Informasi Awal Penangkapan
Diberitakan suarapos.com sebelumnya, informasi awal mengenai penangkapan ini mulai menyebar pada Sabtu (31/5/2025) sore, mengindikasikan adanya operasi besar oleh Lanal Babel.
Sumber terpercaya mengungkapkan, “Sudah dapat kabar belum bang, ada tangkapan Kapal Kayu muatan timah oleh Lanal Babel di Muara Pangkalbalam. Timah itu rencananya akan diselundupkan ke Singapura,”ujar sumber.
Pentauan Intensif di Lapangan
Menanggapi informasi tersebut, tim di lapangan segera bergerak untuk melakukan pemantauan. Pada Jumat malam, sekitar pukul 20.30 WIB, aktivitas mencurigakan terlihat di sekitar Pos TNI AL Pangkal Balam.
Beberapa kendaraan hilir mudik, termasuk mobil Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Babel, terpantau memasuki area Posmat AL. Dua anggota POMAL berseragam lengkap terlihat berjaga di gerbang hingga tengah malam.
Pada pukul 00.30 WIB, Komandan Pos TNI AL Pangkal Balam, Lettu Sulaiman, berhasil ditemui. Ketika dikonfirmasi mengenai penangkapan kapal bermuatan timah ini, Lettu Sulaiman menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan. “Masih dalam penyelidikan, nanti kami kabari dalam satu atau dua hari,” tuturnya singkat.
Penemuan Kapal dan Perkembangan Lanjutan
Penyelidikan tidak berhenti di situ. Pada Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, tim bergerak menuju lokasi yang dicurigai sebagai tempat kapal muatan timah itu kandas. Lokasi itu tidak jauh dari Kapal tongkang muatan pupuk yang tenggelam beberapa waktu lalu.
Setelah sekitar satu jam perjalanan, sebuah kapal kayu dengan kode KM XXXX serta satu unit mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi BA xxxx IV ditemukan di lokasi. Keberadaan kendaraan dan kapal ini menambah indikasi kuat adanya aktivitas ilegal yang terkoordinasi.
Hingga Senin (2/6/2025) siang, pukul 12.00 WIB, pihak berwenang masih menjaga kerahasiaan informasi detail. Saat kembali dimintai konfirmasi, Lettu Sulaiman memberikan jawaban serupa. “Masih dalam penyelidikan dan pengembangan, nanti kami rilis atau jumpa pers,” jelasnya.
Pemindahan Barang Bukti
Selanjutnya pada, Selasa 2 Juni 2025, sekitar pukul 21.00 WIB tim media ini kembali berada di sekitaran Pos TNI AL Pangkal Balam.
Tepat pada pukul 22.30 WIB saat tim akan beranjak meninggalkan lokasi, terpantau ada pergerakan mencurigakan di belakang kantor Pos TNI AL Pangkal Balam.
Tak menunggu waktu lama tim kemudian menuju ke dermaga bongkar muat yang ada di samping Pos TNI AL Pangkal Balam.
Sekitar pukul 23.15 WIB, terlihat jelas sejumlah anggota TNI AL Babel didampingi POMAL Babel sedang sibuk memindahkan Barang Bukti (BB) pasir timah dari atas kapal kayu ke atas mobil Pick-Up warna hitam. Momen ini kemudian diabadikan dalam video berdurasi 03.24.
Hingga berita ini dipublish Serumpunsebalai.com masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak – pihak terkait. (tim)
*Sumber Serumpunsebalai.com & Suarapos.com
