Sekda Kota Pangkalpinang: Stok Bahan Pokok Aman dan Harganya Stabil

Pangkalpinang , Realistisnews.com – Pemkot Pangkalpinang, Sekda Radmida Dawam melakukan pemantauan pergerakan harga dan ketersediaan stok bahan pangan di gedung distributor, pengecer dan pasar di wilayah kota pangkalpinang, Rabu (28/12/2022).

Hatomo dari BI mengatakan ” Ini kami mendapatkan bahwa benar yang disampaikan Bu sekda tadi secara pasokan semua cukup aman kami melihat memang kayak tadi kami melihat dalam tubuh ya ke lokasi dan sepertinya semuanya aman.

Untuk harga sendiri memang ada kenaikan, mudah-mudahan masih cukup stabil dan terkendali, walaupun memang ada sedikit kenaikan.

Mudah-mudahan dengan berbagai kegiatan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh TPID, semoga bisa lebih stabil dan inflasi yang terjadi juga bisa terkendali.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita melihat bahwasanya di Desember dan Januari itu memang sedikit ada kenaikan, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Disamping itu, Sekda Radmida Dawam memaparkan dimana untuk kenaikan harga bahan-bahan pokok, memang biasanya terjadi dalam momentum Nataru.

Contohnya seperti telur dari Rp. 1.800 menjadi Rp1.900 per butir untuk ukuran besar, sedangkan ukuran kecil Rp. 1.700 menjadi Rp. 1.800.

Jadi menurut Radmida, tidak semuanya yang naik, hanya beberapa produk tertentu tertentu seperti telur dan cabai cabe.

tapi saya melihat kenaikannya juga kemarin-kemarin hari ini sudah mulai stabil kembali dan biasanya memang ini apa ya momentum Nataru pasti ada kenaikan.

Kami menghimbau kepada distributor juga di pasaran, kalau bisa jangan menaikkan harganya terlalu tinggi, apalagi dengan kondisi seperti ini, kasihan masyarakatnya.” Ujar Radmida

Kita mengantisipasi mengecek sejauh mana ketersediaan barang, dari tingkat distributor sampai ke pasar. Saya juga melihat ada beberapa barang yang harganya naik.” Ungkap Radmida

Apalagi cabai lokal dan juga cabai yang dari luar daerah, malahan harga cabai lokal cukup tinggi harganya dibandingkan cabai luar daerah. beberapa hari ini sudah kembali stabil.

Stok beras ketersediaan cukup, tidak ada halangan sampai tiga bulan ke depan.

Menekan inflasi kamu dari dana DID juga ide juga kita dan kemudian dibuatlah program di beberapa opd itu misalnya untuk karena ada kenaikan BBM kemarin kemudian ada di pertanian ya pertahanan pangan juga itu sudah dikucurkan dana untuk pengendalian inflasi. Alhamdulillah berapa bulan ke belakang ini stabil inflasi kita.

Menurut Radmida upaya kita menekan inflasi ini berhasil, dan memang kita upayakan yang terbaik.

Kita sadari salah satu komoditas penyebab inflasi adalah angkutan udara, selain food bahan-bahan bumbu segala macam, ini yang harus kita upayakan agar bisa reda.” Tandasnya.